Empat hari setelah utusan dari Perdana Menteri berkunjung, Sakura mendapatkan elang dari Kakashi. Sepertinya perdana menteri Redaku menginvasi desa Nagare dengan bantuan ratu Manari. Disisi lain, saudara dari sang ratu, Nanara, menentang perbuatan ini, dan memutuskan untuk melakukan kudeta untuk mengambil alih administrasi.
Kakashi berkata bahwa ia akan mendukung Nanara. Seorang perwakilan dari perdana menteri datang untuk berbicara dengan Zansūru membicarakan tentang "progres". Dengan Zansūru menjawab pesan dari perdana menteri yang dapat ia sampaikan dengan "kekuatan" dengan cepat.
Secara alami, kata-kata Zansūru dimaksudkan untuk membantu perdana menteri. Tetapi, dimana kekuatan ini, di institut, di sisi utara yang ia bicarakan? Dalam hal apapun, aku mengumpulkan rangkuman pendek dari apa yang kami dapatkan dari Kakashi saat ini, balasan diikatkan di kaki elang yang lehernya diikatkan kain merah.
Paruh elang tersebut terbuka, seakan mengatakan ketidakpuasannya karena tidak dapat beristirahat. Ia diberikan daging kering sebagai imbalan atas kerja kerasnya dan kemudian kembali ke Kakashi.
Dengan itu, Sakura kembali berjalan menuju ruang makan. Waktunya makan malam. Sebuah barisan para tahanan berdiri dimulai dari makanan terletak sampai koridor yang menuju ruang makan.
Sakura ingin memanggil Sasuke tentang informasi yang ia terima dari Kakashi, tetapi ia tidak melihat Sasuke di manapun. Menghiraukan pandangan para tahanan, ia duduk di bangku yang terletak di samping jendela, menyenderkan pipinya di sisi jendela. Ada banyak hal yang tidak ia pahami.
Hubungan antara Zansūru dan perdana menteri. Kekuatan Zansūru yang ia bicarakan. Arti dari peta astronomi dengan dua belas rasi bintang. Ayam yang ditemukan di ruang bawah tanah oleh Sasuke dan tumpukan batu di sisi tembok. Bahkan saat ia telah mengumpulkan potongan-potongan informasi dari kejadian-kejadian ini, secara keseluruhan, sulit untuk dipahami.
Mungkin tidak ada yang perlu dikhawatirkan di ruang bawah tanah kedua. Mungkin pembiakan ayam dan membuat ukiran memang merupakan hobi Zansūru. Nah.. itu tidak mungkin.
"Aku tidak tahu. " Saat Sakura bersender ke kursi, suara seorang lelaki lebih tua terdengar,
"sensei, boleh aku duduk di sini?" dari sisi lain meja.
"Tentu. Silahkan." Ganno. Seseorang yang memiliki hobi mengecat kukunya yang berada satu sel dengan Sasuke.
Ganno menatap pemandangan yang terletak di luar sembari menuangkan secangkir teh untuk dirinya dari teko berwarna gelap untuk membasahi bibirnya.
"Matahari sudah tenggelam." Merespon dari pembicaraan kecil,
"yea," Sakura memandang matahari yang sedang tenggelam melalui meja.
Biasan warna dari merahnya matahari yang tenggelam dari jendela yang memasuki ruangan dan mengenai meja terlihat sangat cerah, bagaikan kau dapat meraihnya dengan tanganmu.
"Aku pernah berpikir panjang bahwa senja adalah hasil dari tenggelamnya matahari," ucap Ganno sembari menatap jendela.
"kurasa aku sangat salah. Bumi yang kita tinggali, berotasi dengan bebas menjauhi matahari. Aku dulu berpikir bahwa langit yang mengelilingi bumi."
"Aku juga terkejut saat pertama mempelajarinya. Sayangnya, di dunia, manusia berpikir bahwa mereka adalah pusat segala-galanya." Ganno dengan lembut mengecilkan matanya melihat tangan Sakura.
"Sensei, hari ini kau mengenakan cincin. Apakah kau sudah menikah?"
"Yeah. Aku sering melepaskannya saat bekerja. Cincin ini cenderung menghalangiku saat bekerja."
"Jika aku bekerja di tempat seperti ini, akan sulit untuk tidak pulang."
"Yeah." Kami juga tidak dapat bertemu satu sama lain sesering sekarang jika aku tidak bekerja di tempat ini. Pikir Sakura.
"Orang seperti apakah suamimu?"
"Dia orang yang baik." Sakura berniat untuk memberikan jawaban yang aman dan jujur, tetapi dengan banyaknya hal yang ingin ditambahkan, Sakura menambahkan.
"dia orang yang sangat tulus”.
Sakura mengucapkan dengan bangga tentang bagaimana berartinya Sasuke untuk dirinya, melupakan bahwa Ganno tidak mengetahui siapa suaminya.
"Terkadang, ia terlalu jujur dan blak blakan, membuat masalah pada dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Saat ia berpikir, ia selalu berpikir tentang hal yang ekstrim yang satu dan ke hal ekstrim lainnya.. tetapi hal yang disukainya. Dia selalu terlihat keren dan tampan, tetapi dia tidak pernah memanfaatkan hal itu. Karena alasan itu, dia tidak pernah menyadari tentang bagaimana orang-orang senang padanya, bahkan disini. Walaupun sekarang dan terulang lagi. Aku selalu khawatir."
"Aku tahu. Sasuke adalah orang yang beruntung."
GONN! Dagu Sakura meluncur dari tangannya, wajah Sakura menghantam meja. Ganno merasa senang dengan yang terlihat di wajah Sakura, sampai tertawa.
"Huh...aa...ap-...apa? Sasuke-ku- oh.. tunggu.. tunggu. maksudku, suamiku?"
"Heh... lelaki itu, dia selalu duduk di bangku itu dan selalu melihat keluar. Sejak kau datang, dia sudah tidak melakukan itu akhir-akhir ini. Aku selalu berpikir apa yang Sasuke lihat. Tetapi akhirnya aku tahu, bahwa Sasuke berpikir kapan bunga di pohon itu akan mekar."
"Huh? Bunga? Sebenarnya, lebih dari itu, kenapa suamiku.. adalah Sasuke-kun.."
"Kau memiliki warna rambut yang indah... peliharalah dengan baik."
Ganno tersenyum bagaikan seorang ayah yang bangga dengan anaknya dan menjauh tanpa penjelasan lebih jauh. Sakura masih bertanya-tanya.Rambutku? Rambutku? Sembari menatap dengan heran ke arah pintu, Sakura melihat ke jendela dan mencari pohon yang dibicarakan Ganno.
Hanya ada satu pohon yang memiliki bunga. Sebuah bunga kecil yang tumbuh di pucuk pohon yang sederhana. Kelopak bunga berwarna pink pucat terlihat sangat kecil dan akan menghilang saat kau berkedip. Sakura menatap bunga itu sejenak dan akhirnya menyadari apa yang Ganno katakan, dan wajah Sakura memerah sampai telinganya. Sasuke menunggu sang bunga Sakura untuk bersemi.
Lebih tepatnya, pohon itu adalah pohon almond yang manis yang hanya dapat tumbuh di dataran tinggi, bukanlah pohon sakura. Berpikir lebih jauh, itu memang bukanlah pohon sakura, karena sakura tidak mungkin dapat tumbuh di cuaca dan iklim seperti ini.
Sakura kembali ke ruangan medis dengan wajah penuh senyuman bahagia, tertawa kecil saat melihat pantulan wajahnya di kaca tempat ia meletakkan penekan lidah.
Mungkin itu hanya kesalahpahaman Ganno, tetapi jika Sasuke-kun memikirkanku saat melihat bunga sakura, aku akan sangat... sangat senang. Dengan alasan yang sama, Sakura selalu meletakkan bunga kesukaannya di mejanya.
Setangkai kamelia yang tumbuh di botol kosong yang diambil dari pagar tanaman di halaman. Aku teringat Sasuke saat melihat bunga kamelia. Bunga yang hanya memiliki dua pilihan: mekar dalam ketahanannya terhadap musim dingin atau layu. Aku pikir, itu sama dengan pikirannya yang selalu berpikir secara ekstrim.
Botol yang dihiasi dengan strawbery terbungkus dengan warna jingga dari sinar matahari yang mulai tenggelam di ufuk barat. Sang matahari akan tenggelam sepenuhnya. ---Tidak.. mungkin seperti apa yang dikatakan Ganno, mungkin kitalah yang tenggelam.
Walaupun Sakura berpikir kalau itu tidak mungkin, ia mulai berpikir kalau mataharilah yang tenggelam. Sakura menertawakan dirinya, berpikir seperti itu akan membuatnya didiskualifikasi dari gelar dokternya.
Untuk seorang ilmuwan, termasuk seorang dokter, sangat penting untuk melihat suatu keadaan secara objektif tanpa adanya subjektifitas.Karena alasan itu, perilaku Tataru yang menggambarkan rasi bintang berdasarkan dengan tanuki atau monyet dari Hoshinarabe, sangat tidak ilmiah. Tidak ada arti secara astronomi hanya karena susunan bintang yang terlihat di bumi terlihat seperti tanuki atau monyet.
Namun, Sakura dapat merasa mungkin dapat memahami perasaan astronom yang menghubungkan bintang-bintang dengan satu sama lain dengan cara yang menyenangkan dan terkait dengan bentuk binatang.
Mungkin perasaan yang sama yang Sakura rasakan saat ia menghubungkan titik-titik sel yang dikultur dalam cawan petri seperti bintang. Saat itu yang kau hadapi sehari-hari, untuk menyelamatkan dirimu dari kegiatan yang monoton, kau mungkin ingin sedikit bersenang-senang. Walaupun yang kau hadapi adalah materi inorganik, merupakan hal yang manusiawi dengan subjektivitas yang membuat observasi seperti ini.
Mungkin alasan yang sama saat segel shinobi terkait dengan dua belas gambar zodiak. Sakura mencoba menggabungkan tangannya di depan dadanya untuk membentuk segel "tikus". Segel tangan ini tidak ada hubungannya dengan hewan tikus sendiri. Namun, tidak biberikannya nama untuk segel-segel tangan ini akan sangat merepotkan, jadi shinobi pertama menamakan ini sebagai "ne" agar lebih mudah.
Ada 12 segel tangan dasar untuk membentuk suatu jutsu, jadi terlihat benar saat menyesuaikan dengan kedua belas hewan dalam zodiak dengan kedua belas segel tangan. Berpikir tentang ini, Sakura mengangkat pandangannya.
Zodiak... dua belas... "Ah!" Pergerakannya dari duduk ke berdiri terjadi dengan cepat dan cukup keras sampai menendang kursi di belakangnya, Sakura berlari keluar dari ruang medis.
Langit di saat senja dipenuhi dengan awan berkabut berwarna violet. Sasuke telah diberikan tugas untuk memanen anko dari aprikot dan buah-buahan lain, ia diperbolehkan untuk duduk di ubin bata yang berada di atap.
"Jika patroli yang bertugas melihatmu bersamaku, tidak dapat dihindari kalau kau akan terlibat dalam penyiksaan yang akan mereka lakukan."
Jiji mengambil buah dari tumpukan ranting dan daun di hadapannya. Memutar buah yang sudah matang, dengan hati-hati memetiknya dari ranting agar kulit buahnya tidak terkelupas. Jiji memetik buah, sementara Sasuke dengan satu tangan yang cekatan mengelap kulit buah yang berdebu menggunakan sehelai kain.
Jiji dan Sasuke yang berada di atap gedung utama. Mereka sedang melakukan pekerjaan tertinggal yang diperintahkan petugas patroli. Sasuke yang masih menjadi target para petugas, tidak dapat menghindari tugas ini, di sisi lain, Jiji yang sering dipasangkan dengan Sasuke, dipilih sebagai tambahan.
"Ini buah yang didatangkan dari ibukota, karena pohon aprikot tidak dapat tumbuh di sini."
"Oh benar, aku penasaran apakah buah ini didistribusikan secara teratur di istana kerajaan."
"Aprikot. Bukan sesuatu yang akan mereka letakkan di makanan kita. Kurasa ini hanya untuk direktur ataupun para penjaga. Bulshit."
"Makan itu sekarang" Sasuke mengambil sebuah aprikot dari tumpukan yang sudah dibersihkan dan memasukkan ke mulutnya.
"Kau- kau tidak menyerah. Jika kau ketahuan memakan aprikot ini, kau mungkin tidak akan pernah makan apapun." Sasuke tidak memperhatikan nasehat Jiji, menghaluskan buah yang telah digigitnya dengan gigi belakangnya.
Rasa asam terasa lebih menggigit dengan cuaca saat ini, namun itu bukan masalah bagi Sasuke yang tidak terlalu menyukai makanan manis. Jiji berdiri dan meregangkan bahu dan lengannya yang kaku. Sasuke mengalihkan pandangannya ke arah pemandangan yang jauh. Pegunungan yang dalam. Bagaikan diorama yang hanya terbuat dari pasir, bebatuan yang tidak tertutupi apapun melintasi pegunungan bagaikan geometris arabasque (ornamen seni dengan gaya arab).
Aku berpikir bahwa pemandangan yang dipenuhi warna akan bertahan selama aku melihatnya, tetapi aku menyadari bahwa warna jingga dari matahari yang bagaikan permata akan tenggelam di kaki bukit dimana institusi ini dibangun. Tidak.. permata tidak akan memantulkan langit dengan sangat jelas.
"Apakah ada danau di sekitar sini?" Jiji melihat ke arah Sasuke memandang.
"Oh. Ada danau kecil, tidak banyak orang yang mengetahui tentang danau itu. Danau itu terlihat transparan, tanpa ikan dan tidak untuk dikunjungi. Air hujan memenuhi kawah yang tercipta di batuan dahulu kala. Dan sepertinya sekarang air terkumpul kembali."
"Kawah... seperti yang tercipta karena meteorit?" Sasuke berjalan menuju ujung atap dan melihat ke danau.
".............."
"Danau tersebut dikelilingi dengan lekukan bagaikan sebuah pir, bersinar di saat sore hari, memantulkan warna langit di malam hari, dan memantulkan awan yang bergerak dengan tenang di atasnya, Bagaikan langit yang berada di atas danau telah diraup dan diletakkan di bumi. Langit terlihat memerah saat matahari tenggelam, namun saat kau melihatnya di siang hari yang cerah, danau tersebut berwarna biru murni dan terlihat sangat indah. Kau tidak akan dapat membedakannya dengan langit."
"Jiji"
Sasuke menekan ranting aprikot yang masih berada di tangannya kepada Jiji.
"...aku ingin kau menyelesaikan tugasku, perutku sakit."
"Apa?"
"Aku akan melakukan tugas memasakmu."
Dia akan melakukan apa yang diperintahkan, dengan persetujuan itu, Sasuke kembali.
"Hey! Kau mau ke mana?"Jiji melanjutkan protesnya, berbagai pikiran melintas di kepalaku.
Aku harus memberitahu Sakura secepatnya. Salah satu misteri di peta astronomi telah dipecahkan. AH Sesaat mereka mencapai dasar tangga, Sasuke menabrak Sakura yang memegang beberapa lembar kertas di tangannya.
Keduanya tidak melihat satu sama lain, membuat mereka hampir menabrakkan kepala satu sama lain, mereka berhenti dengan refleks masing-masing di saat terakhir.
"Sasuke-kun, kau benar." Sakura terlihat sangat bersemangat dan menarik lengan Sasuke.
"Misteri tentang peta astronomi telah terpecahkan."
"Apa?" Sakura menarik tangan Sasuke dan membawanya ke ruangan kosong. Hanya mereka berdua di ruangan itu. Sakura memulai pembicaraan.
"kau ingat? Rikudō Sennin membagi partikel kutub menjadi dua bagian. Satu bagian disembunyikan di bintang yang mengorbit tanpa meninggalkan dan sisanya berada di langit yang turun ke bumi. Kata-kata itu."
Aah. Sasuke mengangguk. Ada penjelasan di buku yang didapatkan Kakashi -setengah dari partikel kutub disembunyikan di langit yang jatuh ke bumi, dan setengahnya lagi disembunyikan di bintangbintang yang terus bergerak. Jika kau ingin tahu dimana partikel itu berada, bermainlah dengan peta astronomi.
"Rikudō sennin adalah leluhur dari chakra. Untuk berpikir bahwa ninjutsu digunakan untuk menyembunyikan partikel kutub, sudah sangat jelas. Dan untuk menggunakan ninjutsu, kau harus menggunakan segel tangan. Dengan kata lain, tersembunyi di peta itu, adalah tanda yang harus kita gunakan untuk membentuk segel untuk mendapatkan partikel kutub."
Setelah mengatakan hal itu, Sakura mengeluarkan secarik kertas dari sakunya dan meletakkan di meja. Sebuah catatan tertulis dalam tulisan tangan Sakura.
"Lihat ini. Angka ditetapkan sesuai dengan zodiak dan rasi bintang disusun berdasarkan urutan kronologis dari awal sampai akhir.
1. Tikus / tanuki
2. Lembu/ kucing
3. Harimau / kura-kura
4. Kelinci / monyet
5. Naga / kuda putih
6. Ular / kodok dan siput
7. Kuda / batang kayu
8. Domba jantan / sapi
9. Monyet / kayu api unggun
10. Burung / raksasa
11. Anjing / gembala
12. Babi hutan / lelaki tua"
"Aku paham. 12 rasi bintang dan 12 hewan zodiak."
Aku menelusuri barisan-barisan huruf dengan mataku dan Sasuke mengangguk dengan kepercayaan. Alasan kenapa penggembala dan lelaki tua ditambahkan ke dalam sepuluh spesies hewan di dalam ilustrasi adalah untuk menyamakan jumlahnya dengan kedua belas zodiak.
"Tetapi, itu saja tidak cukup untuk memberikanmu segel yang spesifik."
"Aku memiliki petunjuk lain. Hoshinarabe."
"Hoshinarabe?" Sakura melanjutkan dengan memberikan anggukan.
"bermainlah dengan peta astronomi'... tidakkah kau berpikir kata-katanya agak aneh? Peta astronomi hanya memiliki gambar-gambar rasi bintang di dalamnya, tetapi itulah alasan kenapa kau dapat bermain dengannya.. mungkin.. pada awalnya Hoshinarabe merupakan bagian dari peta astronomi. Kau lihat, kotak tempat Hoshinarabe terlihat sangat besar, ada banyak ruang tersisa di kotak itu”
Sakura benar tentang kotak Hoshinarabe terlihat besar. Peta astronomi yang besar, dapat muat ke dalam kotak tersebut.
"Bintang merupakan peran terkuat di Hoshinarabe dan peran terkuat kedua adalah bumi. Mungkin, 'bintang' yang dimaksud adalah 'bintang yang tidak pernah meninggalkan' sedangkan 'bumi' adalah 'yang turun ke bumi.'"
"Itu masuk akal....." Sasuke mengingat kembali ingatannya saat menyaksikan pertandingan Sakura dan Penjira.
"Tentu saja. Peran 'bintang' adalah peran yang terdiri dari enam kartu yaitu kuda putih, gembala, kucing, kayu api unggun, raksasa dan kura-kura. Kau dapat mendapatkan partikel kutub dengan menggunakan kedua belas segel tangan yang melambangkan keenam gambar ini, benar begitu?"
Kuda putih, gembala, kucing, kayu api unggun, raksasa, kura-kura- jika kau menerapkan kedua belas hewan zodiak berdasarkan catatan yang dibuat Sakura, dihubungkan dengan keenam gambar di kartu yang menyusun peran (role) 'bintang' menjadi,
• Naga
• anjing
• lembu
• monyet
• burung
• harimau.
Dalam hal untuk peran 'bumi', "lembu • monyet • tikus • ular • babi" kemungkinan inilah kombinasi untuk mendapatkan partikel kutub. "Ini memecahkan permasalahan tentang peta rasi bintang. Sudah jelas apa yang harus kita lakukan sekarang." Catatan Sakura ditelusuri dengan jari jemarinya yang lentik, sementara Sakura melanjutkan penjelasannya dengan wajah serius.
"Tapi, aku tidak tahu harus pergi kemana. 'Turun ke bumi' dan 'bintang yang tak pernah meninggalkan', apa yang ditunjukkan dari dua kalimat ini?"
"'Turun ke 'bumi', aku mendapat ide bagus tentang keberadaannya."
"Eh? Benarkah itu?" Karena Sasuke berbicara tanpa keraguan, ekspresi Sakura melembut sembari mengambil waktu untuk memikirkan yang diucapkan Sasuke, dengan kesadarannya yang agak terlambat, dia menaikkan suaranya dengan nada panik.
"Kau punya ide?" Aku menatap Sakura kembali, dengan mata membesar kaget.
"Malam ini, aku akan menjemputmu setelah lampu dipadamkan."
Perbincangan mereka selesai, Sasuke dengan cepat meninggalkan ruangan.
Malam terlihat sangat cerah dan aku dapat melihat bintang-bintang. Disaat waktu yang mereka janjikan, Sasuke mengetuk kaca di ruang medis.
"Ikuti aku."
Dengan kata-katanya, Sasuke melompat menuruni gedung tinggi tersebut, mendarat hanya dengan dua lompatan. Dengan cepat ia melihat Sakura. Tanpa menanyakan apapun, Sakura dengan cepat melepaskan mantel lab nya dan melompat turun dari jendela, mengikuti Sasuke.
Sakura melompati pagar dan menuruni tebing di belakang gedung, ia terdiam di bebatuan sejenak. Pemandangan di hadapannya terlihat jelas, di hadapan mereka, terhampar sebuah danau kecil yang terbuat di cekungan kawah. Sakura berhenti dan menahan nafas.
"Uwaahh.." Permukaan danau yang tenang memantulkan langit malam dengan sempurna bagaikan cermin. Sakura hampir lupa untuk bernafas melihat keindahan cahaya yang tersebar di permukaan air.
"Danau ini disebut danau Rokuriku. Dinamakan dari Rikudō Sennin. 'Jatuh ke bumi.'.. secara harfiah, dalam membicarakan langit yang berbintang, tidak ada lagi tempat yang lebih tepat selain di sini."
Penjelasan Sasuke menyadarkan Sakura. Saat air berwarna biru yang datar dan tenang memeluk keseluruhan langit malam, sang rembulan dan bayangannya dalam bentuk kelinci terdiam di danau dengan bentuk seperti jangkar.
Air danau menggoyang dengan lembut tiap tepi danau. Segalanya di tempat ini terlihat tenang dan sederhana, hal itulah yang membuatnya menjadi pemandangan yang menakjubkan.
Berpikir adanya tempat seperti ini di belakang institusi. Sebagai permulaan, tidak banyak kesempatan untuk meninggalkan ruang medis, jadi aku bahkan tidak tahu bahwa ada danau di sini, terlebih malam yang berbintang seperti ini yang terbentang di atas kepalaku setiap malam.
"Sangat indah.." Sasuke tersenyum dan memandang figur Sakura, mata Sakura berkilau bagaikan seorang anak kecil.
"Aku ingin menunjukkan ini ke Sarada juga."
"Benarkah? Anak itu... akhir-akhir ini, ia semakin penasaran tentang keberadaan alam semesta. Beberapa waktu lalu, aku membawanya ke pameran di institusi sains. Tetapi, ia selalu membaca tentang bulan dan bintang. Ia sangat menyukainya."
“Apakah ada hal seperti ini?”
Sasuke meraih tangan Sakura. Aku merasakan jari jemari Sakura, yang terkena udara malam dan menjadi semakin dingin, jarijarinya menjadi semakin ramping dari yang kuingat. Banyak momen yang aku rindukan, hanya dengan tidak bersama dengannya. Bahkan, jika kau tidak memakai cincin dan kami tidak bisa selalu bersama, Sakura, kau adalah istriku dan keluargaku.
Aku jelas berpikir seperti itu, karena sahabatku telah mengajariku sejak dulu. Yang terpenting adalah ikatan. Dengan ikatan Sakura dan diriku, jarak bukanlah suatu permasalahan.
Walaupun... kita tidak bisa bertemu setiap hari,...... Kau adalah pasanganku yang tak tergantikan... Tetapi, walaupun aku berpikir seperti itu, terkadang, sewaktu-waktu, aku masih merasakan kesendirian.
Terlebih saat aku melaksanakan misi yang lama dan tidak dapat kembali ke rumah dalam waktu yang lama. Aku tidak dapat mendengar suaranya saat aku ingin mendengarnya, kau tidak berada di sisiku saat aku ingin menyentuhmu.
Dalam situasi seperti ini, dengan sebuah cincin, saat orang-orang yang berada di sekitarnya melihat ikatan kami dalam bentuk yang lebih nyata, mungkin perasaan ini akan menjadi sedikit lebih mudah.
"Sakura" Sasuke berbicara dengan canggung.
"Cincinnya, Iruka. Bukan yang terbuat dari chakra. Saat aku kembali ke desa... yang biasa." Walaupun kata-kata Sasuke dibicarakan dengan tata bahasa yang berantakan, namun Sakura memahami maksudnya.
Sakura berpikir sejenak, "hmm... aku selalu menginginkannya... tetapi.. hal itu mungkin tidak cocok dengan tanganku."
Sembari tertawa canggung dan senyumannya terlukis saat Sakura mengarahkan tangannya ke sinar bulan. Penggunaan sterilisasi secara terus menerus membuat tangan Sakura menjadi kasar, sebagai bukti bahwa Sakura telah menyelamatkan banyak pasien.
Tangan Sakura adalah kebanggaan tersendiri bagi Sasuke. Saat ia pergi kerja, aku sangat menyukai saat mata Sakura berubah menjadi serius tanpa adanya peringatan. Tangannya selalu lembut saat ia mengobati area yang terinfeksi, dan cara Sakura menggulung lengan bajunya sebelum ia memasukkan chakra.
Setelah pemeriksaan, ia selalu meninggalkan catatan untuk dirinya sendiri sebagai tambahan untuk catatan medis. Setiap saat aku melihat penampilannya yang antusias setelah melakukan beberapa riset, aku merasa bahagia mengetahui bahwa ia juga bekerja untuk perkembangan desa dengan cara yang berbeda denganku.
"Aku.." Sasuke mengucapkan dengan pelan, sambil menatap danau yang tenang di hadapannya.
"Aku tidak pernah merasa khawatir tentang seseorang dapat menggantikanku saat aku jauh darimu. Tidak sekalipun."
Yeah, Sakura mengangguk pelan.
"Tetapi.. terkadang.. membingungkan saat dipikirkan. Saat aku kembali setelah sekian lama dan Sarada telah tumbuh tinggi atau gaya rambutmu yang sudah berubah."
"Aku juga berpikir seperti itu. Seperti, kapan kamu mendapatkan kerutan di wajahnya?"
"Aku punya kerutan?"
"Aku sedikit melihatnya saat kamu tertawa."
"Kau tidak berubah" Sasuke mengusap sekitar mata Sakura.
"Tidak apa-apa jika kau mendapat kerutan."
"Eh?" Sakura tertawa seakan jika hal tersebut semudah itu, pandangan matanya menurun.
"Apa yang terjadi padamu? Apakah ada seseorang yang berkata sesuatu?"
"Tidak. Aku hanya ingin mengatakannya."
"Benarkah?" Sakura tertawa sambil menunduk.
"Tidak apa-apa, Sasuke-kun. Aku sangat memahami seutuhnya."
Berada di samping Sakura dan melihatnya tertawa seperti ini, adalah keinginanku satu-satunya. Aku khawatir selama peran kami berbeda-beda, berada di samping dan melihatnya tertawa adalah hal yang tidak mungkin terjadi. Sakura dibutuhkan di desa, dan Sarada memiliki mimpi yang hanya dapat diwujudkan selama ia berada di Konoha.
Aku tidak tahu bagaimana lagi membantu desa selain membantu Naruto dari bayang-bayang misi di sebuah tempat yang tak terjamah. Sakura mengeluarkan kartu Hoshinarabe dari sakunya. Enam kartu yang memenuhi peran 'bumi'.
"Sekarang, ayo dapatkan partikel kutub ini lalu pulang."
"Yaa" Sembari mencari pola di kartu gambar, Sakura mengkonfirmasi tanda yang berada di sana. Tiba-tiba pandangan Sasuke menuju terhadap pola yang berada di belakang kartu. Sebuah gambar seekor kadal seperti Menou menjerat sebuah batu, Gambar yang sama juga terdapat di penutup bagan astronomi.
"Kenapa gambar kadal?"
"Huh?" "Tidak ada kadal di dalam gambar rasi bintang."
Setelah memastikan bagian belakang dari kartu, Sakura mengangguk seakan yakin.
"Mungkin itu bukan kadal dan batu. Itu adalah naga dan meteorit."
"Naga dan meteorit?"
"Dahulu kala, ada banyak naga di sekitar sini, dan dikatakan bahwa kepunahan mereka dikarenakan adanya meteorit yang terjatuh di sekitar sini. Karena itu terjadi puluhan ribu tahun lalu, mungkin tidak ada hubungannya dengan Rikudō Sennin."
Berbicara tentang hal itu, buku yang Penjira baca juga menyatakan bahwa fosil juga ditemukan di sekitar sini. ......fosil? Pikiran Sasuke kembali ke ruangan bawah tanah kedua, tumpukan batu.
Bagaimana jika ternyata fosil naga yang selama ini digali oleh para tahanan? Dan jika seseorang yang bernama Orochimaru yang mengambil buku dari negara ini adalah orang yang sama dengan sang lelaki ular yang ia tahu? Sakura menggabungkan tangannya di depan dadanya.
Dengan pelan membuat simbol tiap segel sembari memeriksa gambar di tiap kartu. Naga dihancurkan oleh meteorit. Fosil dan ayam dikumpulkan di ruang bawah tanah. Dan teknik yang dipelajari Orochimaru - Edo Tensei. Berdampingan, Sasuke merasakan getaran yang semakin besar dan membesar.
Bagaimana jika Zansūru ingin membangkitkan dinosaurus dari fosil? Berdasarkan DNA yang dikumpulkan dari fosil, keturunan langsung dari burung-burung dikorbankan, lalu naga-naga dibangkitkan- secara teori, memungkinkan. Langit berbintang tiba-tiba menghilang dari danau, permukaan danau mulai bergetar, saat Sasuke melihat kembali ke arah Sakura dengan cepat, Sakura telah menyelesaikan segel tangannya. Permukaan danau bersinar dengan terang, dan pilar-pilar cahaya memancar dari dasar danau dengan cahaya yang akan membuat matamu selalu terbuka.
Muncul perlahan dari tengah pilar-pilar, sebuah wadah bambu yang disegel dengan amulet.
"Apakah ada partikel kutub di sini?"
Saat Sakura meraih amulet dengan ragu-ragu, pilar-pilar cahaya menghilang dan kembali menjadi keadaan semula dalam seketika. Sakura menyentuh permukaan amulet tersebut dan dengan cepat menarik kembali tangannya.
"Chakra yang sangat besar."
"Apa?"
Hanya dengan menyentuhnya dengan pelan, kulitku mulai terasa nyeri di ujung jariku, memasuki kulitku. Jika kau bukanlah shinobi yang sangat terampil, kau tidak akan bisa menempatkan chakra sebanyak ini ke dalam sebuah amulet.
Sasuke tidak akan membuka penyimpan hanya untuk memeriksa isinya, tetapi ini mungkin adalah partikel kutub yang disegel oleh Rikudō Sennin. Mereka akhirnya menyelesaikan misi mereka untuk mendapatkan partikel kutub. Kepala Sasuke dipenuhi dengan pikiran lain.
"Sakura, apa perbedaan antara karakteristik fisik naga dan kadal?"
"Eh? Naga?"
Aku menanyakan pada Sakura tanpa maksud apapun, sembari menggenggam tempat berisi partikel kutub, Sakura merasa ragu akan pertanyaanku.
"Aku ingin mengetahui karakteristik fisik antara naga dan kadal."
"Oh.. perbedaan terbesar antara kadal dan reptil seperti naga adalah kaki belakang kadal tumbuh di bawah badannya. Tetapi seekor naga terlihat berjalan dengan dua kaki dengan menjaga keseimbangannya dengan menggerakkan pusat dari gravitasi maju mundur."
Sasuke teringat saat ia berkelahi dengan Menou. Figur dengan wajah yang panjang ke arah depan dan berlari sambil menggoyangkan ekornya. Bagaimanapun kelihatannya, sudah jelas Menou berjalan dengan dua kaki dengan menggerakkan pusat gravitasi di tubuhnya maju dan mundur.
Menou bukanlah kadal, melainkan naga yang dibangkitkan menggunakan fosil yang ditemukan di bumi. Alasan kenapa genjutsu tidak bekerja pada Menou adalah karena Menou sudah dikendalikan oleh orang lain. Zansūru mengumpulkan fosil dan ayam di ruang bawah tanah kedua. Dia tidak akan berhenti hanya dengan Menou. Dia akan membangkitkan naga-naga lain.
"Sakura, Ayo kembali ke institusi."
Saat aku mengatakan untuk kembali ke institusi, suara auman terdengar bagaikan bulan memecah bergema di sekelilingku. Jika kau melihat ke arah lereng, keseluruhan dari institusi dan laboratorium dikelilingi dengan tanah yang besar.
"Apa?! Ledakan?"
"Tidak... itu hal yang berbeda."
Dari debu tanah bagaikan asap, makhluk- makhluk raksasa melompat keluar dan terbang ke langit menyusul satu sama lain.
"Itu.... naga?", Sakura menarik nafas
"bagaimana bisa? Mereka harusnya sudah punah."
"Zansūru membangkitkannya dengan Edo Tensei."
Sedikit terlambat untuk menyadarinya. Zansūru telah membangkitkan monster naga kuno dengan menggunakan teknik reinkarnasi modern.
Comments
Post a Comment