Skip to main content

Sasuke Retsuden : BAB 7.2

 "Itu pemandangan yang sangat tidak mengenakkan, Jiji.. cepat habisi dia."



Jiji dengan tenang mengalihkan pandangannya ke arah monster tempat ia berdiri. Monster Titan itu mengangkat kaki depannya bagaikan sebuah batang pohon besar, lalu berjalan maju dan menghancurkan lelaki tersebut, mengakhiri penderitaannya.


Bagian-bagian dari tubuh tahanan itu, menyebar di beberapa meter menutupi halaman. Beberapa tahanan dalam keadaan sekarat saat mereka terjatuhi bagian-bagian tubuh. Zansūru melihat semuanya saat darah segar menutupi halaman institut.



"Ksatria yang mengesankan. Aku yakin perdana menteri akan sangat puas." 



Zansūru menatap ke kepala monster itu dan berbicara pada Jiji.



"Setelah kau membunuh semua tahanan, pergi ke ibukota. Bertemulah dengan perdana menteri."



"Terdengar menarik, tapi jangan lupa dengan perjanjian kita."



"Tentu saja. Setelah kau menghabisi mereka semua, kita akan pergi ke desa Nagare untuk mencari tubuh pacarmu. Aku tidak akan pernah melupakan apa yang telah kau lakukan untukku. Satusatunya cara aku dapat mendapatkan kekuatan ini hanyalah dengan chakramu yang kau gunakan untuk membangkitkan jutsu pembangkitan ini."



Monster yang seperti burung berjalan di sekitar halaman, menjulurkan lehernya ke bawah untuk mencium. Hidungnya bergerak saat ia mendapatkan bebauan, mencapai tumpukan reruntuhan dan puing-puing bangunan. Membengkokkan kakinya ke depan dan dengan gesit menggali puing-puing yang berada di depannya dengan menggunakan cakarnya. Bersembunyi di balik puing-puing itu, Ganno terduduk dengan menggigil ketakutan.


"Oh hey.. orang itu berada satu sel denganmu." 



Zansūru melihat ke bawah, mempersiapkan diri atas kesenangan yang akan terjadi. Jiji tetap diam, menatap ke arah Ganno dengan tangan terlipat di depan dadanya.



"...pergi...pergi jauh dariku!"



Ganno mengangkat tubuhnya, berjalan mundur untuk melarikan diri. Kaki kirinya kehilangan sepatunya saat ia tengah mencoba melarikan diri. Ditengah-tengah kekacauan berdarah di sekitarnya, rambutnya yang berwarna merah terang sangat mencolok bagaikan jari yang sedang sakit, kuku-kukunya yang diwarnai juga terlihat sangat menonjol. Monster seperti burung itu bergoyang dari sisi ke sisi saat berlari, mengangkat kaki kirinya dan menginjak tubuh Ganno.



"UWAAAAA"



Teriakannya perlahan menghilang saat tetesan darah segar menetes. Keadaan tenang dan damai terle kemudian monster itu terjatuh ke tanah, pergelangan kakinya telah hancur.



"......huh?" Zansūru mengernyitkan dahinya.



Menou melompat di hadapan Ganno, menusuk monster yang telah terjatuh itu dengan taringnya.



"GYAA" 



Monster itu berteriak kuat sembari mencoba melepaskan gigitan Menou. Menou dengan keras menekan taringnya ke leher monster itu. Mendengar teriakan dari sesama spesiesnya, lebih banyak monster berlari menuju Menou dan melompat di hadapannya.



"Jiji.. apa maksudnya ini.. mengapa Menou berpihak pada para tahanan?" 



Zansūru menyalahkan Jiji sembari Jiji memeriksa status dari jutsu pembangkitan, menyadari apa yang telah terjadi di hadapan mereka.



"Pengaruhku kepada Menou telah... dihilangkan."



"Apakah itu Sasuke?"



"Sepertinya."



Saat para monster teralihkan oleh Menou, Ganno memanfaatkan hal itu untuk melarikan diri. Zansūru mulai kehilangan kesabarannya. "oh, baiklah" ia berkata sembari memperbaiki posisi tubuhnya, ia mulai menahan senyuman yang mulai terbentuk.



"Paling tidak,Menou akan mendapatkan serangan yang menyakitkan."



"Lebih baik seperti itu"



Menou kesulitan untuk melawan monster-monster yang memiiliki tubuh lebih besar dari dirinya. Para tahanan berlarian melewati monster-monster yang sedang bertarung sembari melompati tubuh Menou yang lebih kecil. Pertarungan dengan cepat menjadi lebih besar, awalnya satu lawan satu, dan saat lebih banyak monster seperti burung yang datang, pertarungan berubah menjadi dua lawan satu, tiga lawan satu, dan bahkan lima lawan satu.


Menou terkepung sampai batas ia telah kehilangan kesempatan untuk melarikan diri, musuh dating ke arahnya dengan cakar yang kuat.



Slash!



Pedang Sasuke menahan cakar yang yang mengayun ke arah Menou. Sasuke mendorong tepat di tumit monster itu, memaksanya untuk terjatuh ke tanah.



"Kau memberiku banyak waktu"



Menou menggoyangkan tenggorokannya menghasilkan suara "guru guru" menyatakan kesenangannya terhadap pujian Sasuke. Sasuke berdiri di punggung Menou saat monster yang lain menatapnya.



"Jadi, apa yang akan kau lakukan, Menou? Ada banyak monster seperti mereka, bisakah kita mengalahkan mereka?"



Menou menendang-nendang tanah seakan ingin berkata "jangan bodoh". Sasuke tertawa kecil melihat respon dari Menou.



"Aku akan berada di belakangmu". 



Dengan cepat Sasuke dan Menou melompat dari tanah, cakar dari monster monster yang mengelilingi mereka yang ingin menyerang mereka hanya menyakar tempat kosong.



"Walaupun kita memukul mereka langsung, itu tidak akan cukup. Tetap jaga jarak, namun tetap bersiap untuk bertarung, tunggu sampai kau melihat kesempatan untuk menyerang."



Salah satu monster dengan bodohnya lari menyerang ke arah Sasuke. Cakarnya terangkat ke langit di atas kepala Menou. Karena momentum itu, monster itu kehilangan keseimbangan.



"Sekarang!"



Menou menyerang musuh di hadapannya, memasuki daerah teritori mereka sembari memegang leher musuhnya, merobek dan mengoyak tenggorokan musuhnya. Kepala monster itu terpisah dari tubuhnya, monster itu terjatuh di tanah dengan tubuh yang terbagi dua. Tubuhnya berusaha untuk menyembuhkan dirinya, luka di tubuhnya tertutupi debu. Sesaat Sasuke melihat apa yang terjadi, dia menusukkan pedang panjangnya tepat di kepala dan badan monster itu menancapkannya di tanah.



Setelah menarik beberapa tarikan nafas, seekor figur berwarna merah dan coklat melompat di atas Menou. Seekor monster karnivora bernama Tairano, salah satu spesies terkuat dan terganas dari fosil yang pernah ditemukan.



Tertahan dengan kekuatan yang sangat besar, Menou mencoba untuk memutar tubuhnya, tetapi dengan semua beban di atas tubuhnya, kemungkinannya sangat kecil untuk melepaskan diri. Zansūru menyipitkan mata kegirangan melihat sang monster karnivora berada di atas Menou.



"Pertunjukan yang telah dinantikan antar spesies. Kita bahkan belum mencapai klimaks."



"Spesies?" Jiji tiba-tiba bertanya, "Menou dan Karnivora?"



"Ya. Menou juga seekor monster karnivora. Dia hanya masih kecil."



Dilihat lebih dekat, terlihat jelas bahwa skeleton mereka terlihat sama. Warna kulitnya juga berwarna abu-abu yang sama dengan Menou, hanya terlihat berwarna merah dan coklat dikarenakan tubuhnya telah tertutupi oleh darah dari mangsa yang ia temui.



Jiji tidak memiliki pengetahuan apapun tentang paleontologi (ilmu tentang kehidupan bumi dan tanaman serta hewan purba berdasarkan fosil yang ditemukan). Kerjasamanya dengan Zansūru hanya dikarenakan kemampuannya sebagai seorang Shinobi. Kebalikannya, Zansūru tidak familiar dengan apapun yang menyangkut tentang dunia shinobi.



"Membuat Menou bertarung dengan hewan yang lebih dewasa terlihat kejam. Bahkan dengan Sasuke, sebuah pedang tidak akan menolong apapun."



"Nah.... monster karnivora itu mungkin berada dalam posisi yang tidak menguntungkan."



Dahi Zansūru berkerut saat Jiji berkata sepeti itu, "apa maksudmu?"



Bagi Jiji, Menou terlihat kecil dibandingkan dengan monster karnivora itu. Sepertinya pemenang dan yang kalah ditentukan saat pertarungan itu dimulai, mereka spesies yang sama, tetapi fisik mereka sangat berbeda. Tetapi... Menou mendorong ke arah monster karnivora itu.



"A...apa?"



Monster karnivora itu hampir terjatuh saat kekuatan Menou menjadi lebih besar. Zansūru terkejut melihat apa yang terjadi di hadapannya, Menou menggigitkan taringnya ke tubuh monster karnivora itu. Monster Karnivora itu berguling dari Menou, mencoba untuk menjatuhkan Menou tetapi taring Menou tetap menancap di tubuhnya.



"Dasar bodoh....Menou melawan kembali"



"Jutsu yang digunakan dapat memberikan chakra kepada hewan yang dipanggil kapanpun mereka inginkan."



Jiji dengan tenang menjelaskan, "Menou dipanggil dengan chakra Sasuke. Tentu saja, sangat normal apabila Menou lebih kuat daripada monster lain."



Disaat jutsu Jiji hanya berada pada satu pihak, hanya untuk menolong salah satu dari mereka. Jutsu pemanggilan diperuntukkan untuk mengikat hubungan yang menguntungkan antara pengguna Jutsu dan hewan yang dipanggil. 


Pengguna Jutsu meminjam kekuatan hewan yang dipanggil, dan hewan itu bisa mendapatkan chakra dari pemanggilnya untuk berubah menjadi bentuk yang lebih kuat.



"Kekuatan bertarung Sasuke tidak diketahui. Jika ia mencoba untuk mengalahkan mereka semua, aku tidak berpikir bahwa ia dapat menang."



"Bukankah kau terlalu cepat untuk berbicara?" Zansūru berbicara pada Jiji, menatap kembali padanya, mereka mendengar teriakan datang dari institusi di belakang mereka.



"Shannaro!!!"



BOOM!



Udara dipenuhi dengan suara batu-batu yang runtuh. Bagian barat yang pada awalnya berdiri kokoh, runtuh dalam keributan yang terjadi. Semua dinding yang pada awalnya berdiri kokoh sekarang telah runtuh secara keseluruhan.



"Sepertinya ada tikus lain. Kau mempercayakanku dengan tanggung jawab ini, jadi tinggalkan masalah ini padaku. Kau tetaplah di sana."



"Ah itu benar. Sekarang, waktunya untuk membereskan ini."



Seekor monster yang terbang, melayang turun saat Jiji melihat ke atas, menaikinya secepat mungkin. Jiji mengejar Sakura saat Sakura berlari keluar dari pagar.



"Aku merasa telah digigit oleh anjingku sendiri." Zansūru bergumam pahit sembari menatap Menou.



Naga kecil ini menatap balik ke arah mantan tuannya dengan mata kuning yang dingin, darah menetes dari taringnya. Di belakang Menou, Sasuke berdiri-----Tahanan nomor 487.



"Kau akan menyesali perubahan kepemilikan ini."



Zansūru mengangkat tangan kanannya. Dengan sinyal itu, mata semua monster berubah. Sembari mengaum, Titan yang raksasa berjalan melangkah menujunya. Monster-monster yang terbang berputar-putar di langit mengecilkan sayap mereka dan terbang meluncur ke bumi. Bahkan monster yang saat itu sibuk dengan mayat-mayat para tahanan berlari ke arah mereka. Semua monster memiliki target yang sama, Menou dan Sasuke.






Sebelumnya,           Selanjutnya

BAB 7.1                         BAB 8

Comments