Skip to main content

Sasuke Retsuden : BAB 2

Keesokan harinya, petugas patroli memberi Sasuke hukuman pertamanya di penjara. Satu-satunya alasan yang mereka berikan adalah bahwa selama absensi dia mengalihkan pandangannya, hal itu membuat marah para penjaga. 


Petugas patroli mengangkat jeruji besi di atas kepala mereka, dan kemudian memukulkan tongkat mereka ke bahu Sasuke hingga hancur, dengan tujuan untuk menghancurkan tulangnya, petugas patroli bergiliran untuk melakukannya. 


Tentu saja, biasanya tidak ada cara bagi non-shinobi untuk mengalahkan Sasuke separah mereka. Sasuke mencoba yang terbaik untuk menerima hukuman itu, tapi tetap saja itu menyakitkan dan sulit untuk tidak marah. Bentuk diamnya dianggap sebagai pembangkangan, kepahitan terus menggerogotinya.


Tidak ada orang yang berhubungan dengan Sasuke yang aman dari pelecehan para penjaga. Jiji, di sela-sela pekerjaannya, juga sempat beberapa kali dipukul dengan batang besi di perutnya. Selain semua ini, Sasuke dipukuli sebanyak tiga kali hari itu untuk alasan yang paling tidak bisa dimengerti seperti ketika dia membisikkan sesuatu kepada Jiji. 


Direktur secara terang-terangan memberikan instruksi kepada para penjaga untuk menargetkan Sasuke. Karena secara teknis dia tidak pernah ditahan atau dilemparkan ke sel dengan keamanan yang lebih tinggi, tidak mungkin ada orang di Konoha yang akan membuka kedoknya jika dia diperlakukan dengan buruk, apalagi mencoba untuk campur tangan. Sasuke lebih suka bergaul dengan tahanan lain saat ini untuk bekerja, menyendiri tidak akan membuatnya mendapatkana apapun.


Beberapa tahanan tanpa sadar diberika informasi palsu oleh orang lain megenai tentang apa yang terjadi malam itu dengan Menou, jadi Sasuke berusaha untuk tidak membiarkan kesalahan kecil pada sesuatu yang begitu penting seperti pertarungannya dengan binatang itu. 


Selama dia akan diperlakukan seperti ini, dia tidak akan menunjukkan tanda kesakitan atau penyesalan di matanya. Kesan direktur terhadap Sasuke setidaknya adalah bahwa dia bukanlah orang yang lemah.


Di penghujung hari itu, Sasuke digonggong dan telah dipukuli beberapa kali oleh delapan penjaga yang berbeda, meskipun begitu tidak ada informasi yang keluar. Bahkan jika seseorang memanggilnya, dia tidak akan menjawab. 

sorot matanya terlihat menantang dan bermusuhan. Untuk berbagai alasan yang mereka berikan, tidak peduli berapa kali mereka memukulinya, dia tidak mengalami cedera apa pun, membuat para penjaga semakin marah. 


Pada akhirnya, para penjaga yang memeriksa sel mereka sebelum waktu tidur akan memarahinya seolah-olah dia adalah seorang siswa yang telah melanggar peraturan sekolah. Mereka Pernah memukuli dan mengejek tentang "rambutnya terlalu panjang". Jika semua ini bukan karena Naruto, dia akan membuat salah satu dari mereka patah tulang.



“Sasuke, hari ini adalah bencana!”



“Mengapa semua orang mulai menargetkanmu ?”



Baik Penjira dan Ganno bertanya, mereka merasa sangat kasihan pada Sasuke.


Itu selalu umum bagi penjaga untuk memukuli narapidana untuk alasan yang benar-benar omong kosong. Namun, selalu orang-orang pemalu yang gemetar ketakutan, orang-orang yang datang ke penjara dengan penuh percaya diri dan mencoba bertindak memberontak. Sasuke tidak memenuhi kriteria itu.



"Ini tidak ada hubungannya denganmu."



Meskipun mereka tidak suka ketika Sasuke mengatakan hal-hal seperti itu, mereka dapat mendengar nada frustrasi dalam suaranya dengan jelas. 


Jiji mulai ikut campur.



"Kudengar sipir, Zansuru, dia ada hubungannya dengan semua ini."



“Kamu tidak peduli? kamu tidak suka pria yang wajahnya terlihat lebih baik darimu?"



“Ah, kamu lihat? Dia terlalu bangga. "



Lampu mati tiba-tiba . 


Waktunya tidur. 


Ketika waktunya tiba, lampu akan padam tanpa peringatan apa pun, dan apa pun situasinya, lampu tidak akan kembali hingga pagi hari. Bahkan ketika orang yang berada tiga sel di bawah meninggal karena serangan jantung, lampunya tidak menyala sekali pun. 


Jiji dan yang lainnya mencari pakaian yang mereka pakai untuk tidur dan ganti. Seperti jarum jam, kamu tidak akan mendengar apa pun kecuali dengkuran semua orang yang sedang tidur. Sementara pekerjaan siang hari melelahkan, dengan sendirinya, tubuh Sasuke menjadi terbiasa dengan jadwal padat itu. Begitu dia yakin semua orang sudah tidur, dia menarik jeruji besi dan meninggalkan sel.


Di pergelangan tangannya, selembar kain merah dililitkan. Di sini, itu bukti bahwa kau memiliki izin untuk keluar dari sel mu untuk beberapa kerja lembur atau jika kau menuju ke rumah sakit medis. Selama kau memakainya, Menou tidak akan menyerang, meskipun kamu jelas-jelas melanggar aturan. 


Ada kemungkinan besar dia akan bertemu dengannya yang sedang merayap. Saat dia berjalan melalui koridor yang dingin, dia bisa mendengar tangisan samar. Saat dia berjalan menuju sumbernya, dia memastikan kain merahnya bisa terlihat di sekitar pergelangan tangannya. 


Ditempatkan di tepi dinding, lemari baja kecil yang dimaksudkan untuk membersihkan persediaan. Hampir bisa dibayangkan apa yang terjadi di sana, tapi dia tidak bisa mengabaikannya. Saat menutup pintu, terlihat seorang pria kurus dengan rambut keriting, tangan dan kakinya diikat dengan tali tua.



* terisak *



Sesaat dia melihat Sasuke, tubuhnya menjadi kaku. Pergelangan tangannya yang terikat berada di

depan dadanya, dipenuhi dengan ludah dan bekas gigitan di tali yang mengikatnya, sudah jelas

bahwa ia berusaha untuk melepaskan tali itu dengan mulutnya. Sasuke berharap ia tidak membuat

suara apapun. Dengan Menou berpatroli di sekitarnya, lemari itu akan menjadi peti matinya.



"Apa yang kau lakukan di sini?"



"Aku... uh... aku... aku.. sedang berjalan dari toilet menuju kamarku, lalu.. seorang lelaki tua... dia

menjebakku di dalam sini." Kemungkinan merupakan suatu pelecehan.



Sasuke memutuskan tali yang mengikat tangan dan kaki lelaki tersebut. Jika kau menahan orang yang kejam di lingkungan ini cukup lama, mereka akan mencari berbagai cara untuk melepaskan tekanan mereka. Dan biasanya menargetkan orang yang lemah, orang yang lemah dan tidak memiliki teman, atau bahkan orang lemah secara fisik dan hampir mati.



"Apakah karena izin kain merah?"



"Dia telah mengambilnya"



Sasuke melepaskan kain merah di pergelangan tangannya dan memberikannya pada lelaki tersebut.


Jika ia tetap berada di koridor tanpa kain merah tersebut, Menou akan menemukannya dan

membunuhnya. Sasuke hanya merasakan simpati saat melihat lelaki tersebut sembari memperhatikan ia pergi menjauh, menghilang di ujung lorong.


Untuk Sasuke, ini adalah sebuah misi, tiada lain hanyalah untuk sesaat. Sementara untuk lelaki itu, penjara ini adalah dimana ia akan mati, dimana ia dikuburkan. Dengan progres mereka yang terlihat sekarang, tidak ada yang tahu kapan teleskop itu akan selesai dibangun. Kemungkinan untuk tewas di sini sebelum teleskop itu selesai dibangun, mendekati 100%. Aku tidak mampu melihat orang yang lemah. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan.



*suara langkah kaki*



Di belakangnya, terdengar suara cakar yang berat saat menginjak lantai. Tiupan angin dingin berhembus di belakang leher Sasuke. Semakin mendekat.. semakin mendekat, mengarah pada punggung Sasuke, sebuah tangan dengan cakar yang panjang mencakar Shinobi tersebut. 


Menou sepertinya kehilangan targetnya. 


Menggertak dan menggeram, Menou mengangkat kepalanya dan menyadari Sasuke menempelkan kakinya di langit-langit. Menou mengangkat ekornya sebagai bentuk pembalasan.


Terjadi kehancuran yang memekakkan telinga. Ujung ekor Menou menghancurkan langit-langit, saat kayu dan reruntuhan mulai roboh, Sasuke turun menggunakan reruntuhan sebagai pelindungnya.


Sasuke dapat melihat dengan baik perut dari Menou. 



"Tidak ada bekas luka. Aku sudah memotong perutmu dalam tadi malam." 



"Kau memiliki ketahanan yang sangat bagus. Atau apakah kau telah diganti dengan kadal yang baru?"



Tanpa ekspresi, Menou kembali menyerang Sasuke. Cakar Menou yang terlihat seperti berkilauan, merobek udara di sekitar Sasuke. Sasuke bergerak cepat dan telah mencapai di bawah perut monster itu sembari bergerak menyerang ke depan. 


Sasuke menendang dagu Menou yang diselubungi sisik keras dan kembali menyerang di daerah manapun yang Sasuke mampu di tubuh Menou. Sebelum mendaratkan serangan ketiganya, ekor Menou yang panjang bergerak dari sisiyang satu ke sisi yang lain. Sasuke, dengan kecepatannya, berhasil menangkap ekor Menou, menarikdan membuat Menou kehilangan keseimbangan, dan terjatuh di punggungnya.


Mata Sasuke berubah warna menjadi merah kembali untuk mencoba kekuatan visualnya sekali lagi,bahkan menggunakan rinnegannya, tapi, tetap saja tidak berfungsi, genjutsu tetap tidak berfungsipada Menou. 


Sasuke masih tidak yakin apakah itu masalahnya. Menou kembali bergerak untukberdiri dengan kakinya, membuka mulutnya untuk mencoba melahap kepala Sasuke dengan amarah.


Dengan mulut yang mengarah pada Sasuke, Sasuke menendang leher Menou, menghindari taringyang mendekat padanya. Dalam kekacauan itu, cakar kiri Menou sempat menggores pipi kiri Sasuke saat Sasuke melompat menjauh dari Menou. Kulit di pipi kiri Sasuke terkelupas, namun tidak banyak darah yang menetes. 


Sasuke meraih sarung pedangnya yang terlindungi dengan baik oleh dirinya saat Menou bersiap untuk menyerangnya kembali. Menou berhenti menyerang. Berlari menjauhdari Sasuke dengan jarak yang semakin menjauh.



"Apa yang kau rencanakan?"



Saat ia bersiap untuk malakukan serangan mendadak, semua berubah menjadi memusingkan, dan semakin memusingkan. Tubuh Sasuke sempoyongan saat kesadarannya mulai menghilang, tapi Sasuke tetap merasa bahwa Menou yang telah melakukan ini padanya.



Menou balas menyerang. Jika kau dapat memperhatikan dengan baik, Menou memiliki taring di taringnya, kait tajam yang menonjol dari taringnya yang sudah terlihat tajam. Keempat cakar yangtertinggal di kelima jarinya telah mampu memotong ujung rambut Sasuke. 

Dalam keadaanvertigonya yang semakin memburuk, Sasuke masih dapat menghindari serangan Menou. Sasuke mencoba dengan sangat untuk fokus dengan apa yang ada di hadapannya saat pandangannya mulai berputar. 


Menou kembali menyerang Sasuke menggunakan tangannya, membuat Sasuke terhempas menghantam dinding.



*crasshh* 


Sasuke dapat merasakan detak jantungnya di sekujur tubuhnya, lututnya hampir tertekuk di bawah dirinya.



".....hwaa..ha..ha..." 



nafasnya yang terengah engah mulai melemah. Seluruh dadanya merasakan panas bercampur kelelahan. 


Melalui pandangan yang mulai memutih, mengaburkan pandangannya, cakar tajam Menou membesar. 


Sasuke menghunus pedangnya dengan ayunan dan mengayunkan kebawah, memotong dengan arah berlawanan. Lantai kayu di bawahnya terpotong, membuat Sasuke dan beberapa potongan kayu terjatuh di lantai di bawah mereka. Menou melompat turun dari lubang di lantai mencoba mencari targetnya.


Menou mencari Sasuke sesaat setelah dia mendarat. Namun, figur Sasuke dan bau yang selama ini dilacak Menou telah menghilang.



"Haaa...ha..ha..ha..."



Sasuke bernafas dengan terengah-engah dan semakin berat sembari berlari di sepanjang koridor.


Sasuke berhasil lari dari Menou, namun rasa mati rasa di tubuhnya menjadi semakin parah. Sasukeberpikir kembali saat Menou mencakar pipinya. Aku tidak pernah mendengar tentang kadal yang memiliki racun di cakarnya, tapi aku yakin efek yang kurasakan sekarang dikarenakan racun.



"Haaa... uh..." 



Tubuh Sasuke mulai kejang, perasaan dingin menerjang tubuhnya bagaikan ombak tsunami. Sementara di dalam tubuhnya terasa panas bagaikan terbakar, dan di kulitnya terasa sangat dingin bagaikan es yang membeku. 


Untuk mencoba meminum sesuatu, Sasuke berlutut dan mengumpulkan Chakra di tangannya untuk membentuk air. Tangannya bergetar hebat sampai tidak mungkin baginya untuk mendekatkan tangan ke wajahnya, apalagi untuk mengumpulkan lebih

banyak chakra untuk membentuk air. 


Semua air yang dibuatnya berakhir di tulang selangkanya dan membasahi bajunya.



"Haaa.... hv... knn..." 



Pandangannya mulai bergetar hebat bagaikan ada seseorang yang

melemparkan kembang api di dalam kepalanya. Dia tidak mampu untuk memberhentikan denging di telinganya sembari telinganya berangsur-angsur menjadi tuli.


Ini sangat buruk. Saat berhadapan dengan racun yang biasa, kekebalan Sasuke sangat luar biasa.


Bertahan beberapa kali saat terkena dosis yang mematikan. Racun ini sangat kuat, mungkin salah satu kandungannya hanya terdapat di Redaku.



"...h... haa...ha..." 



Nafasnya berubah menjadi semakin pendek saat tenggorokannya terasa mengecil.


Sasuke menarik tubuhnya yang tidak merespon rangsangan dari otaknya ke dinding dan bersandar di dinding, nafasnya menjadi sesak.


Jantungnya membuat suara yang sangat buruk, bagaikan menginterfensi dengan kemampuannya untuk bernafas. Yang diikuti dengan bagaikan terkena serangan jantung dan sindrom hiperventilasi secara terus menerus. Setiap tetes air yang ada pada telapak tangannya berubah menjadi Chakra.


Bersandar di dinding, Sasuke berharap gejala-gejala pada tubuhnya berkurang. Tiap detik terasa bagaikan bertahun-tahun.



*clack clack* 



Benar benar hening, suara langkah kaki dari jauh terdengar berjalan bergesekan dengan lantai. 


Sialan... seseorang mendekat. 


Dalam keadaannya seperti ini, dengan musuh yang sedang memburunya, dia akan mati.


Langkah kaki itu semakin mendekat. Mata Sasuke mencoba fokus pada segala hal yang terlihat kabur di hadapannya. 

Tubuhnya menolak untuk bergerak, tidak penting siapa yang berjalan mendekatinya.


Dia menahan nafasnya dan menunggu langkah kaki yang semakin mendekat.



*tak... tak.. tak...* 



Langkah kaki yang bergesekan dengan lantai batu di aula berhenti. Setelah beberapa saat, seseorang bergerak di belakangnya. Sasuke mencoba menggerakkan badannya, tetapi tubuhnya tidak mengikuti perintahnya. Sebuah tangan menjulur dari belakang Sasuke dan menutup mata sharingannya yang aktif. 


Tangan itu sangat lembut.



".....!"



Sasuke menahan nafas. 


Jari-jari yang menutup kelopak matanya. 


Dia sangat mengenal sentuhan ini.



"Tidak bodoh! Dia tidak di sini"



Sasuke sangat mencoba untuk membalikkan kepalanya untuk melihat seseorang di belakangnya,tubuhnya bahkan tidak cukup kuat untuk melakukan hal itu yang membuatnya terjatuh ke belakang dan ditangkap dengan tubuh yang sangat dia kenal, tubuh yang membuat Sasuke terbiasa.



"Tenang, Sasuke-kun. Kau akan baik-baik saja." Suara Sakura, istrinya.



Sakura membaringkan tubuh Sasuke di tempat tidur ruang medis, nafasnya yang gelisah masih tersengal-sengal, detak jantungnya masih berdetak dengan sangat cepat dan menggetarkan seluruh tubuhnya, gendang telinganya masih bergetar namun pandangan yang menganggunya dan dentuman di kepalanya sudah mulai mereda. Saat ia mulai terbaring tidur, lengan dan kakinya mulai kembali normal.



"Bagaimana kabarmu?" 



Tirai yang mengelilingi tempat tidurnya terbuka dan menunjukkan wajah istrinya yang melihat padanya, dengan segera memperhatikan dan memeriksa sisi wajah Sasuke.



"Ahh.. sepertinya kau sudah membaik."



Sasuke mengangkat tubuhnya dengan pelan, walaupun dengan sedikit kesulitan, dia ingin bangun dari tempat tidur.



"Aku masih sedikit pusing, tapi paling tidak, aku sudah mulai membaik," Sasuke menjawab, tetapi yang paling penting baginya adalah menanyakan kenapa Sakura ada di sini.



"Jika dilihat dari gejalanya, sepertinya racun ini memberikan efek pada tindakan potensialmu. Yang menghambat keseluruhan sistemmu dan titik chakramu, menyebabkan energimu habis secaralangsung dalam hitungan menit membuat saraf pusatmu menjadi tidak teratur. Aku berpikir apakah tubuhmu tidak kebal terhadap racun ini, racun ini sepertinya unik di tempat ini. Hal ini yang membuatnya berbahaya."



Sakura menggulung lengan bajunya diatas lengan Sasuke, sembari mengusap kapas yang dibasahi alkohol dan memberlakukannya dengan sangat lembut seperti yang biasa ia lakukan dengan anak-anak.



"Kau akan merasa sedikit sakit" Sakura menusukkan jarum di lengan Sasuke.



"Sakura..."



Sasuke melihat saat darahnya memenuhi tabung di suntikan, dan menahan niatnya untuk bertanya.



"Mengapa kau di sini? Apakah Sarada baik-baik saja?"



"Dia baik-baik saja. Dia saat ini bersama Iruka sensei. Aku datang untuk memberitahumu bahwa misimu telah berubah."



"Perubahan misi?"



Saat mereka bicara, Naruto menderita penyakit yang tidak ada siapapun yang tahu bagaimana menyembuhkannya, menurut Kurama, Rikudō Sennin pernah menderita penyakit yang sama, namun sembuh saat melakukan perjalanan di Redaku. 


Jadi, di sinilah Rikudō Sennin disembuhkan. 



Namun,tidak ada yang tahu bagaimana caranya, jadi Kakashi yang pertama kali memasuki Redaku untuk mencari petunjuk, tapi Kakashi telah lama pergi dari Konoha, dan mereka tidak mendapat kontak apapun darinya, sementara itu keadaan Naruto semakin memburuk sepanjang waktu, kebanyakandari literatur yang berhubungan dengan penyakit Naruto tertulis dalam bahasa kuno Redaku, bahkandengan tim profesional dari akademi untuk memecahkan kode-kode tersebut, akan memakan waktuyang sangat lama.


Satu-satunya informasi yang diterima bahwa Rikudō Sennin pernah tinggal dan pemulihan di sini, di Institusi Penelitian Astronomi. Jika kita terlalu lambat dan semua gejala yang telah ditunjukkan Naruto, semua ini akan terlambat Sasuke, setelah mengetahui semua informasi tentang Naruto, sesampainya di Institusi Penelitian Astronomi tanpa diperintahkan lagi untuk mencari petunjuk, sesaat ia tiba di Instituti tersebut, diikuti oleh Sakura.



"Saat Sasuke-kun menuju ke sini, kita menerima elang dari Shikamaru. Elang itu membawa informasi tentang deskripsi buku yang Kakashi sensei dapat di ibukota Redaku, jadi kita mendapatkan info tentang Rikudō Sennin."



Sakura memberikan sebuah gulungan pada Sasuke, Sasuke membaca kalimat yang tertulis di gulungan tersebut: Rikudō Sennin yang tubuhnya telah diserang penyakit yang tidak dikenal, melakukan perjalanan di Redaku, dimana ia bertemu dengan seorang astronomer, Tataru. 


Walaupun kita tahu bahwa Tataru tidak pernah mendapatkan pelatihan mengenai medis, tetapi Tataru dapat menyembuhkan Rikudō Sennin, menghilangkan penyakit misterius itu. Pada malam saat Tataru menyembuhkan Rikudō Sennin, ada bintang jatuh yang masuk ke bumi, dari langit, Rikudō Sennin menangkap meteorit yang jatuh itu menggunakan satu tangan, memecahnya menjadi dua bagian.


Setengah dari meteorit yang berada di tangannya hancur di tangannya, berubah menjadi debu berbintang yang mengelilingi Rikudō Sennin. Kami hampir yakin bahwa ini adalah cara penyembuhan yang menyembuhkan Rikudō Sennin dari penyakitnya. Saat kau berasal dari langit dan dapat memecahkan meteor hanya dengan chakra, kau akan mendapat kekuatan yang sangat besar.


Tataru menyebutkan bahwa kekuatan ini bernama "Yuuri Koshiri atau partikel kutub". Walaupun ada konflik di antara banyak orang dikarenakan adanya kekuatan ini, kebanyakan dari meteorit/partikel kutub yang memasuki atmosfir bumi tidak terdeteksi, terlindungi oleh cahaya terang dari bintang, dan kebanyakan orang tidak memperhatikan akan apa yang terjadi di atasnya.


Jika Rikudō Sennin menderita penyakit dan pergi ke Redaku untuk mencari kekuatan ini, cerita tentang penyembuhan dari surga ini bukanlah suatu cerita fiksi, karena cerita ini juga memiliki peta dari bintang yang telah ia gambar, seperti peta harta karun meteorit khusus yang dibutuhkan. Tetapi tempat ini berada di tempat tertutup yang berada di institut.



"Jika ada seseorang yang menderita penyakit yang sama dengan Rikudō Sennin..."Sasuke membaca pesan dari Shikamaru sebanyak tiga kali sembari mengucapkannya untuk dirinya. Kunci dari penyembuhannya adalah "partikel kutub". 



Berdasarkan dari catatan yang dikirim Shikamaru, Rikudō Sennin memisahkan partikel kutub menjadi dua bagian, bagian pertama "yang jatuh ke bumi dan disembunyikan di bintang" dan satu bagian lagi "bintang yang terus berputar"....



"Ini hanya tebakanku, hipotesis dari Shikamaru dan diriku, tetapi penyakit ini membuat Chakra dalam tubuhnya tidak berfungsi yang disebabkan oleh monster berekor yang berada di tubuhnya,dan iya atau tidak substansi yang berada di di meteorit ini, partikel yang menurut Tataru dapat menyembuhkan gejala-gejala penyakit Naruto."



"Kita harus memastikan untuk mendapatkannya," ucap Sasuke tanpa berkata-kata lagi, kemudian Sakura mengangguk dan membalas, 



"misi yang baru adalah mendapatkan peta astronomi dan mendapatkan salah satu dari partikel kutub itu, tetapi pertama kita harus mencari tentang peta itu terlebih dahulu. Sebuah buku, sebuah gambar, atau sesuatu yang lain.."



"Aku setuju. Aku menerima tentang perubahan misi ini, tetapi mengapa kau datang ke sini sendirian?"



Sakura hampir merasa tersinggung dengan pertanyaan Sasuke dan menunjukkan wajah marahnya pada Sasuke.



"Aku seorang Shinobi. Aku akan meninggalkan desa jika itu mengharuskanku."



"Kau tidak harus meninggalkan desa jika kau mengirim pesan menggunakan elang, kau tahu kau bisa mengirimkan pesan sebanyak apapun."



"Aku sudah mencobanya, tapi elang itu membawa kembali pesanku."



"Apa?"



Saat ini wajah Sasuke yang berubah, sangat aneh bagi seekor elang pengirim pesan yang telah dilatih di desa untuk gagal mengirimkan pesan, terutama di saat-saat damai seperti ini.



"Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi kita tidak punya waktu. Lebih mudah untuk masuk ke sini dengan menjadi seorang dokter dan mengatakan padamu secara langsung. Selain itu, jika aku di sini, aku dapat menolongmu."



"Itu tidak penting. Kembalilah ke desa secepatnya. Di sini berbahaya."



"Berbahaya?" wajah Sakura berubah serius, "apa kau meragukanku?"



"Aku tahu kemampuanmu, tetapi aku hanya berkata bahwa diriku cukup untuk di sini, dan aku tahu ada suatu hal yang terjadi di institusi ini, sesuatu yang lebih mengkhawatirkan dan lebih berbahaya. Menou atau direktur tidak dapat terkena genjutsuku."



"Itu salah satu alasan tambahan mengapa kau membutuhkan partner di sini. Misi dengan peringkat tinggi dan spesial seperti ini tidak dapat diselesaikan hanya dengan kekuatanmu."



Sasuke harus mengakui bahwa Sakura memang benar, di medan pertempuran, Sasuke memiliki kekuatan yang tidak dapat ditandingi kecuali oleh sang Hokage ketujuh, tetapi misi mata-mata ini melebihi dari sekedar bertarung. Saat kau ingin mendapatkan informasi dari seseorang, lakukan hal yang tidak diketahui oleh orang lain, ataupun yang dapat melukai orang lain, memiliki partner seperti Sakura merupakan bantuan yang sangat besar.



"Sebagai tambahan, keadaan di sini sangat buruk. Orang-orang tewas karena kekurangan nutrisi dan karena bekerja yang berlebihan namun tidak ada yang melihat ini sebagai suatu masalah. Aku sudah memiliki rencana untuk mengubah ini dan aku akan memberikannya pada Zansūru, karena aku tidak dapat diam saja saat orang-orang tewas dalam keadaan ini. Direktur dan para sipir menganggap bahwa kau adalah pekerja yang dapat dibuang saat tidak dibutuhkan lagi."



"Aku harus memperingatkanmu. Direktur itu bukanlah orang yang baik. Apa yang akan kau lakukan jika kau tidak dapat mundur?"



"Aku seorang dokter. Aku punya kewajiban atas kesehatan seluruh orang di sini, apapun yang terjadi."



Saat berbicara tentang kerja keras, Sakura bekerja lebih keras, itulah dia. Setelah menatap dengan tegas pada Sakura, Sasuke menyerah dan menghela nafas.



"Aku tahu. Aku paham. Hanya.. jangan bekerja terlalu keras." (Kyaaa Papasuke perhatian)



"Tentu saja," jawab Sakura sembari tersenyum dan melihat ke arah mejanya, 



"aku akan mengirim sampel darah Sasuke-kun ke Konoha untuk sekarang. Aku akan meminta bukti lebih banyak jika Kakashi-sensei ingin memintamu untuk membuat laporan status."



"Bukankah kau bilang bahwa komunikasi menggunakan elang tidak berfungsi?"



"Lihat ini" 



Sakura bersiul menggunakan bibirnya, sebagai balasan, seekor elang kecil terbang dari ruang belakang. Di sekitar lehernya terikat kain merah yang digunakan para tahanan sebagai pass.



"Sepertinya Menou mengusir elang yang sebelumnya karena komunikasi eksternal dilarang di sini. Ini dapat menjadi jalan keluar kita."



"Aku mengerti."



Pada saat itu, mereka mendengar ketukan di pintu kantor dokter, walaupun jam kunjungan untuk pemeriksaan medis telah lewat beberapa jam yang lalu. Sasuke dan Sakura menatap satu sama lain, mencoba mencari jawaban bagaimana untuk bereaksi.



"Sensei (dokter) apakah kau masih bangun?" 



Itu adalah suara Jiji. 


Sasuke belum pernah mendengar suara Jiji yang selembut ini. Sakura menyentuh bahu Sasuke, mendorongnya ke tempat tidur dan dengan cepat menutup tirai di sekitarnya, saat tiba-tiba suara Jiji yang mendekat menjadi lebih keras.



"Halo.. sensei.. apakah kau di sini?"



Menyadari kakinya dapat terlihat dari balik tirai, Sasuke mengangkat kakinya dengan segera ke atas tempat tidur melihat bayangan Jiji di tirai.



"Oh! Kau di sini."



"Jiji! Ada apa? Terlebih di saat seperti ini.. ini sudah sangat larut..." Sakura mendengarkan dengan tenang.



"Lihat.. lihat ini. Aku telah melukai jari-jariku saat pemanasan tadi pagi. Aku mendapat izin untuk datang ke sini setelah memberitahukan kepada penjaga bahwa aku tidak dapat tidur karena sakit di jariku ini."



"Duduk di sini. Berapa nomor registrasimu?"



"Tahanan nomor 544"



Kau dapat mendengar pena Sakura bergerak di atas kertas kemungkinan menulis catatan di catatan kesehatan Jiji. 


Pengobatan seharusnya tidak memakan waktu lama, bukan? Sasuke melihat Jiji dari tempat tidur, melihat bayangannya bergerak, memutuskan untuk tetap bersembunyi sampai Jiji pergi.



"Sensei, apakah kau merokok? Itu merupakan kebiasaan terburukku."



"Aku rasa, aku tidak memiliki alasan untuk melakukan itu. Aku adalah seorang dokter."



"Jika kau bisa mendapatkan rokok untukku, aku akan melakukan apa saja untukmu. Walaupun jika kau tidak merokok," Jiji mulai memohon.



"Aku akan membersihkan tanganmu."



Sakura menggenggam lengan Jiji dan mulai menggulung lengan bajunya untuk memeriksa tangan dan pergelangan tangan Jiji, di hadapan Sasuke, saat Sasuke memperhatikan pergerakan bayangan di tirai tersebut. Tetapi, Sasuke tidak hanya memperhatikan pergerakan dari Jiji, ia juga mendengarkan perilaku Jiji, tentang bagaimana Jiji merasakan sakit sampai tidak dapat tidur. Sasuke tahu bahwa pernyataan terakhirnya hanyalah merupakan alasan agar Jiji dengan berbagai cara kepada Sakura untuk diberikan penghilang rasa sakit, untuk rasa demam yang ia rasakan walaupun berkurangnya rasa sakit, dan Sakura di sana memperlakukan Jiji dengan ramah dan tenang.



"Hey sensei.. kau tidak berasal dari sini kan?"



"Kenapa kau berkata seperti itu?"



"Aku tidak pernah melihat orang dengan nama sepertimu, warna rambut dan hal lain sepertimu. Ini pertama kalinya aku melihat rambut dengan warna bunga sakura, omong-omong, rambutmu cukup cantik."



Melihat tangan Jiji bergerak untuk mengusap  rambut Sakura, Sasuke tidak dapat untuk menahan diri dan menahan tangan Jiji dari belakang. Mata Sakura terbelalak terkejut.(papasuke cemburu!!!)



"Hey. Huh." Jiji terkaget dengan kemunculan teman satu selnya. Jiji pun menggosok matanya.



"Sasuke, kau dari mana saja? Apa yang kau lakukan di sini?"



"Aku juga ingin menanyakan pertanyaan yang sama denganmu. Apa yang kau lakukan di sini?"



"Aku ingin dokter yang baik ini mengobatiku. Kau tahu kan aku sudah terluka sejak kemarin, tidak banyak darah yang keluar sekarang, tetapi sekarang sangat terasa sakit."



"Itu kebohongan yang menjijikkan," ucap Sasuke.



"Sulit untuk menghilangkan bengkak atau infeksi dengan cepat," ucap Sakura lalu memberikan Jiji sebuah gelas obat kecil berisi cairan berwarna hijau.



"Apa ini?"



"Obat. Sari herbal. Obat ini memiliki fungsi antibakteri."



"Ueeeeehhhh.. bau yang sangat tidak enak. Aku akan tetap meminumnya untuk efek antibakterinya,tetapi aku masih penasaran apakah ada alasan baik untuk meminum ini."



"Untuk menjawab pertanyaanmu yang sebelumnya, dokter ini adalah istriku," 



Sasuke memotong pembicaraan.


Jiji menyemburkan obat yang ada di mulutnya dan melihat Sasuke dengan mulut terbuka, matanya terbuka lebar menatap Sasuke dan Sakura.



"Benarkah? Istri? Istri Sasuke? Sasuke menikahi sensei? Ini candaan kan? Maksudku.. ahh.. kau menikah?"



"Aku tidak pernah berkata bahwa aku single," jawab Sasuke.



"Ya.. aku tahu... tapi.. orang sepertimu bukanlah segalanya."



"Kau selalu berprasangka"



"Tetapi, apa yang dilakukan istri Sasuke di sini?"



"Aku datang untuk menemui Sasuke," Sakura mulai berbohong, 



"tidak ada sistem kunjungan di penjara ini, tetapi aku sangat ingin bertemu dengan suamiku, jadi aku memutuskan untuk datang ke sini sebagai dokter."



"Hmm aku mengerti.. aku paham.."



Jiji melihat Sakura, terlihat percaya dengan Sakura, tetapi Sasuke terlihat terkejut, dia pun berkata.



"Tidakkah kau terkejut?"



"Untuk apa aku terkejut?" 



Jiji melihat Sasuke dengan heran, 



"ini terlihat sebagai tindakan pasangan yang normal, selalu ingin bersama dengan satu sama lain."



"Jiji, tentang hal Sakura adalah istriku, tolong di rahasiakan."



Teman satu sel itu meninggalkan ruang medis dan memasuki koridor yang panjang. Saat berjalan, Sasuke menyucuk Jiji dengan jarinya di pergelangan tangan Jiji, sembari mengikatkan kain merah yang Sakura berikan.



"Aku paham.. Jika kau berada di penjara yang normal, ini akan baik-baik saja. Tetapi, jika di sini, jika seseorang mengetahuinya, sensei.. dan kau tidak akan dapat berada di sini lagi. Terlebih, aku tidak pernah ingat bahwa Sasuke pernah berkata kalau ia telah menikah," senyum Jiji menarik pipinya.



"Kau tidak akan pernah mendengarnya."



"Maksudku, kita selalu berbicara banyak karena kita selalu bersama dengan teman satu sel. Topik yang biasanya kita bicarakan adalah keluarga, tujuanmu, mimpimu, dan hal-hal lain, selalu ada di dalam perbincangan kita. Tentu saja, isu tentang pasangan dan pernikahan telah diangkat selama beberapa waktu, Sasuke yang saat itu sedang menyusup tentu saja menghindari subjek tersebut."



"Jiji, bukankah kau memiliki seorang kekasih?"



Humor Jiji bertambah ringan dan dengan senangnya memberikan senyumannya pada Sasuke.



"Ahh.. saat ini dia sedang bekerja di ibukota Redaku."



Sasuke menatap ke kakinya, lantai yang biasanya berwarna coklat berubah menjadi putih terkena sinar bulan yang masuk melalui jendela besar yang dipantulkan, "tetapi dia telah menikah, dia berselingkuh dengan seorang lelaki.." kata-kata Jiji terdengar menggerutu.


Sasuke, yang terbiasa untuk pergi dari desa dalam waktu yang panjang untuk melaksanakan misi, kata-kata dari Jiji membuatnya sedikit takut.



"Jiji, apakah menurutmu pasangan harus selalu bersama?"



"Ya. Itu benar," Jiji menjawab dengan cepat, "sensei pasti sangat mencintaimu atau dia tidak akan mau untuk bekerja di tempat seperti ini."



"Tidak.. tidak sepenuhnya... aku lebih sering berada jauh dari rumah untuk waktu yang lama."



"Berapa lama kau pergi?"



"Terkadang dalam waktu yang singkat, terkadang dalam waktu yang cenderung lama. Pernah sekali aku tidak pulang selama beberapa tahun."



"Apa kau serius?" nada Jiji berubah secara jelas, "beberapa tahun.. ya ampun.. kurasa setelah waktu selama itu, kau tidak bisa marah apabila seorang lelaki menggantikan dirimu di hatinya."



"Kenapa kau berkata seperti itu?"




Sasuke memalingkan wajahnya pada Jiji dan ekspresi wajahnya menunjukkn keseriusan.



"Ini tidak seperti aku meninggalkan Sakura. Sakura dibutuhkan di desa, dan aku harus berada jauh dari desa, ini adalah bagian dari pekerjaan kami. Kami juga bertukar pesan secara rutin."



"Ya. Aku paham itu, tetapi apakah kau tidak berpikir ini akan menjadi hal buruk apabila ada banyak 'serangga' sepertiku yang tertarik padanya? Apakah kau tidak mengenakan cincin di negaramu?" 



Jiji melihat wajah Sasuke saat wajahnya yang serius berubah menjadi cemas (papasuke takut mamakura berpaling).



"jika pasangan terpisahkan jarak yang terlalu jauh, mereka akan kehilangan ikatan mereka."



Sasuke tidak paham akan apa yang Jiji coba katakan. Sakura adalah keluarganya, di manapun ia berada, kenyataan itu tidak pernah berubah, dia tidak pernah mendengar ada anggota keluarga yang menghilang dari keluarga. 


Bahkan, walaupun saat ia memiliki emosi negatif yang sangat besar pada Itachi, itu tidak pernah mengubah fakta bahwa Itachi adalah saudaranya, apapun yang terjadi pada dunia shinobi, ia akan selalu siap saat dipanggil sebagai adik Itachi. 


Untuk Sasuke, Sakura adalah keluarganya, pasangannya, tempat dia kembali saat ia sampai di desa, mereka tidak butuh hubungan darah; perasaan mereka tidak pernah berubah walaupun mereka tidak bisa selalu bersama. Sasuke mencoba mencari kata yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya kepada Jiji, tapi itu akan menjadi sangat sulit dan menyebalkan, jadi ia mengganti subjeknya.



"Aku mengerti. Apakah kau pernah mendengar sesuatu tentang sebuah buku atau apapun tentang peta astronomi?"



"Peta astronomi?" 



Setelah mengulang pertanyaan Sasuke, Jiji menundukkan kepalanya dan berkata,

"aku tidak tahu,.. berdasarkan namanya... itu sepertinya berhubungan dengan dokumen astronomi, mungkin akan berada di arsip. Kau bisa bertanya pada Penjira."



"Kenapa Penjira?" tanya Sasuke, tetapi saat ia mendengar perkataan Jiji, matanya terbuka lebar.



"Penjira bertugas di arsip."






Sebelumnya,           Selanjutnya

BAB 1                          BAB 3

Comments